Bos BI Buka Rahasia Asing Incar Portofolio RI, Borong Sampai Rp47 T

Bos BI Buka Rahasia Asing Incar Portofolio RI, Borong Sampai Rp47 T

Pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur bulan Januri 2024 dengan Cakuoan Triwulan. (YouTube/Bank Indonesia)

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 6% pada Rabu (17/1/2024). Gubernur BI Perry Warjiyo juga memberi ruang pemangkasan suku bunga yang sejalan dengan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang diperkirakan menurunkan suku bunganya pada 2024.

BI dalam keputusan kemarin juga menahan suku bunga Deposit Facility kini berada di posisi 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Dengan demikian, BI sudah menahan suku bunga selama tiga bulan beruntun.

“Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6% tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali https://totokas138.store/ dalam sasaran 2,5±1% pada 2024,” kata Perry saat konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Keputusan BI sejalan dengan hasil konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia. Dari 10 institusi/lembaga sepakat berekspektasi bahwa BI akan menahan suku bunganya.

Sebelumnya, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan 12-13 Desember 2023 juga memutuskan untuk kembali menahan suku bunganya di angka 5,25-5,5%.

Dalam dokumen dot plot The Fed mengisyaratkan jika akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 3 kali sebesar 75 basis poin (bps) pada 2024. Bahkan sedikit partisipan mengisyaratkan pemangkasan suku bunga lebih dari 75 bps.

The FedFoto: Dokumen Dot Plot Desember 2023
Sumber: The Fed

Dalam pemaparannya kemarin, BI juga menegaskan bahwa siklus kenaikan suku bunga kebijakan moneter negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR), diprakirakan telah berakhir meskipun masih bertahan tinggi pada semester I-2024, dengan kemungkinan akan mulai menurun pada semester II-2024.

BI pun memperkirakan FFR akan diturunkan lebih besar daripada perkiraan sebelumnya.

“Semula kami perkirakan 2 kali, bacaan kami terakhir adalah 3 kali 75 bps,” ungkap Perry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*