Breaking News: Rupiah Tembus ke Bawah Rp 14.600/US$!

Pekerja pusat penukaran mata uang asing menghitung uang Dollar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo di Melawai, Jakarta, Senin (4/7/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

 Nilai tukar rupiah menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (4/5/2023). Begitu perdagangan dibuka, rupiah langsung melesat ke 0,61% ke Rp 14.590/US$. Penguatan bertambah menjadi 0,75% ke Rp 14.570/US$ pada pukul 9:03 WIB. Level tersebut merupakan yang terkuat sejak 10 Juni 2022.

Indeks dolar AS yang tenggelam merespon kebijakan bank sentral AS (The Fed) membuat rupiah mulus melenggang. Dini hari tadi, The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5% – 5,25%, menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2007.

Sejak Maret 2022 lalu, The Fed sudah menaikkan suku bunga sebanyak 10 kali dengan total 525 basis poin. Kenaikan yang sangat agresif, bertujuan untuk menurunkan inflasi.

Kenaikan tersebut sesuai ekspektasi pelaku pasar, selain itu The Fed memberikan sinyal ini bisa menjadi akhir periode kenaikan suku bunga.

“Bagian yang paling diperhatikan dari pernyataan The Fed yakni outlook kebijakan monerer ke depannya, para pembuat kebijakan (FOMC) bersikap melunak terhadap perlunya pengetatan moneter tambahan,” kata Jay Bryson, kepala ekonomo di Wells Fargo, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (4/5/2023).

Pasca pernyataan tersebut pasar melihat The Fed sudah mencapai puncak suku bunganya, terlihat dari perangkat FedWatch milik CME Group. Bahkan banyak yang memprediksi Jerome Powell dkk akan memangkas suku bunga pada Juli.

Data dari FedWatch menunjukkan ada probabilitas sebesar 52% suku bunga akan dipangkas 25 basis poin. Indeks dolar AS pun merosot 0,6% dan berlanjut 0,2% pagi ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*