Cara Mendidik Anak Agar Sukses, Bisa Tiru Tips Ibu Elon Musk

NEW YORK, NEW YORK - MAY 02: (L-R) Maye Musk and Elon Musk attend The 2022 Met Gala Celebrating

Ibunda pendiri Tesla Elon Musk, Maye Musk, ternyata sering mendapat pertanyaan soal bagaimana caranya untuk mendidik anak agar sang anak bisa tumbuh menjadi orang yang sukses di kemudian hari. Maye yang berprofesi sebagai model punya rahasia dalam urusan ini.

Bukan cuma Elon, dua putra dan putri Maye pun bisa dikatakan sukses dalam profesinya.

Kimball, putra kedua Maye adalah seorang entrepreneur pemilik restoran sekaligus chef, dia merupakan pemilik dari The Kitchen Restaurant Group yang beroperasi di Colorado dan Chicago, sekaligus co-founder dari Big Greens, organisasi non-profit yang aktif mengedukasi anak-anak kecil seputar agribisnis.

Sementara itu Tosca, putri bungsunya adalah seorang produser sekaligus sutradara film ternama. Dia pun sempat mendapat penghargaan atas karyanya di dunia sinematografi.

Dilansir dari CNBC Make It dan Inc, perempuan yang kini sudah berusia kepala tujuh ini ternyata memiliki beberapa tips jitu untuk mengasuh dan membesarkan putra-putrinya agar jadi orang sukses di kemudian hari, berikut ulasannya.

Ajari dia bekerja sedini mungkin

“Saya sudah menjadi orangtua tunggal dengan tiga anak sejak saya berusia 31 tahun, saya tidak pernah merasa bersalah kalau harus bekerja secara full-time karena saya tidak punya pilihan lain. Mengurus anak-anak tetap jadi prioritas saya, dan saya tetap bekerja keras agar kebutuhan pokok kami tetap tercukupi,” ucap Maye Musk, dikutip dari CNBC Make It.

Konon kabarnya, Maye yang menikahi Errol Musk pada 1970 silam ini sudah bekerja bersama ayahnya sejak dirinya masih berusia delapan tahun.

Ayah Maye membuka praktek pengobatan alternatif, chiropractic, istrinya pun turut membantunya dalam urusan pengetikan buletin sementara Maye dan saudara kembarnya, Kaye, dibayar oleh sang ayah sebesar 5 sen per jam untuk membuat salinan buletin dan mengirimkannya lewat pos.

Saat usia Maye dan Kaye menginjak 12 tahun, mereka bekerja di klinik sebagai resepsionis.

Mereka bekerja dengan sistem shift untuk mendaftarkan pasien, membuatkan minum untuk tamu, menyiapkan mesin sinar X, sebelum akhirnya ayah mereka berdua datang dan menjumpai pasiennya.

Maye terinspirasi dengan ayahnya sendiri yang benar-benar memperlakukan anaknya seperti orang dewasa.

Putra-putri Maye juga kerap membantu Maye saat dirinya mendirikan bisnis di bidang kesehatan, Tosca selalu membantunya dalam urusan surat menyurat, dan Elon membantu menjelaskan hal-hal yang berbau teknis, sementara Kimball juga kerap membantu dalam berbagai hal.

Biarkan anak memilih apa yang dia sukai

Tentu saja, Maye mengajari putra-putrinya seputar pentingnya kerja keras dan berbuat baik. Maye tidak pernah memperlakukan mereka layaknya bocah dan memarahi mereka atas kenakalan-kenakalan yang mereka lakukan.

Uniknya, Maye juga tidak pernah memeriksa pekerjaan rumah (PR) yang didapat anak-anaknya dari sekolah karena PR adalah tanggung jawab mereka dengan instansi pendidikan.

Dari kebiasaan ini, putra-putri Maye pun tumbuh menjadi orang yang sangat bertanggung jawab terhadap masa depannya sendiri.

Mereka semua tidak pernah bingung dalam memilih kemana dirinya akan kuliah untuk melanjutkan studinya di jenjang yang lebih tinggi. Mereka pun lulus dengan baik dengan beasiswa atau dengan bantuan student loan.

Maye menegaskan kembali bahwa orangtua tidak perlu menjauhkan anak dari realita seputar tanggung jawab. Anak-anak justru beruntung karena bisa melihat jerih payah orangtua yang rela bekerja keras demi mencukupi kebutuhan hidup.

Kabarnya, ketika kuliah mereka harus tinggal di rumah sewaan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Namun putra-putri Maye tidak mempermasalahkan hal itu.

“Jika anak Anda tidak dibesarkan dengan kemewahan, mereka akan tumbuh menjadi orang yang kuat.

Tidak perlu memanjakan mereka, saat Anda yakin mereka sudah berada di kondisi yang aman, mereka mampu mengurus diri sendiri,” ucap Maye.

Jangan mudah stres soal “urusan kecil” anak

Maye mengakui bahwa banyak sekali orangtua tunggal yang stres soal mengasuh anaknya sendiri. Contohnya, pada saat mereka harus mendaftarkan anaknya sekolah, di mana banyak sekali formulir yang harus diisi dan lain sebagainya.

Saran dari Maye adalah, biarkanlah sang anak mengurus dokumen-dokumen sekolahnya sendiri dan jangan membantu mereka.

Hal itu disebabkan karena sang anak juga harus paham tentang tanggung jawabnya di masa depan nanti.

Bila sang anak sudah menunjukkan ketertarikannya di dunia bisnis, dukunglah mereka. Ajari mereka untuk tetap berbuat baik dan biarkan mereka menentukan apa yang mereka inginkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*