Ini Dia Penyebab Laba Citra Borneo (CBUT) Anjlok ke Rp61,26 M

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Emiten penyulingan minyak kelapa sawit PT Citra Borneo Utama (CBUT) membukukan peningkatan pendapatan sebesar 11% menjadi Rp9,61 triliun dari semula Rp8,66 triliun.

Meski begitu, laba bersih yang diterima CBUT pada kuartal I 2023 mengalami penurunan, mencapai Rp 61,26 miliar, dari tahun lalu sebesar Rp 62,71 miliar.

Direktur keuangan CBUT Ronny Hertantyo Raharjo mengatakan, penurunan ini diakibatkan oleh dua hal, salah satunya, harga bahan baku yaitu produk turunan CPO yang tinggi.

“Awal kuartal I 2022 itu harga produk turunan CPO tinggi sekali tapi seimbang dengan biaya ekspor,” kata Ronny saat ditemui wartawan usai melaksanakam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa CBUT, di Jakarta, Rabu, (3/5/2023).

Faktor kedua, Rony mengatakan bahwa perusahaan sempat menjalani perawatan pabrik yang berimbas pada utilitas yang tidak maksimal pada Kuartal I/2023.

“Perseroan melakukan rutin regular maintanance di Pabrik selama 16 hari. Jadi itu otomatis penurunan. Tapi itu sudah dianggarkan,” tuturnya.

Di luar hal tersebut, Rony memastikam pertumbuhan dan kinerja perusahaan masih sesuai target dan mendekati target akhir tahun.

Baca: Usai Akuisisi GEMS, Laba ABMM Terbang 233% di Q1 2023
Dalam kesempatan yang sama, Rony mengatakan, Citra Borneo menargetkan pendapatan dari 20% sampai 30% menjadi Rp12 triliun sepanjang 2023. Adapun laba bersih ditargetkan meningkat menjadi Rp250 miliar – Rp300 miliar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*