Kawasan Menteng Dihuni Orang Kaya, Begini Nasib Rumah Belanda

Salah satu rumah kosong terbengkalai di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Sebuah rumah megah dan klasik peninggalan zaman Belanda yang berlokasi di kawasan utama Menteng, tepatnya berada di antara Jalan Teuku Umar dan jalan Dr. GSSJ Ratulangi terpampang spanduk bertuliskan ‘Dijual’ pada pagar besinya.

Jika dilihat dari arsitektur bangunan tuanya, bangunan ini diyakini sebagai salah satu rumah yang sudah kokoh berdiri sejak zaman Belanda.

Meski dibiarkan kosong, berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, rumah klasik peninggalan Belanda ini nampak masih terurus. Di dalam pekarangannya bersih, tidak ada semak belukar tinggi, dedaunan kering pun hampir tak bisa ditemukan.

Bokir, salah seorang warga mengatakan, rumah klasik tersebut memang sudah lama kosong, tidak ada yang menghuni. Namun, kata dia, biasanya setiap minggu ada penjaga yang akan datang untuk membersihkan rumah tersebut.

“Sudah lama kosongnya. Sudah bertahun-tahun, puluhan tahun rumah itu kosong. (Biasanya) ada penjaga, cuma (kalau) hari biasa di tempat bosnya dia. Kalau hari Minggu biasanya dia ada. Sekedar bersih-bersih aja paling itu juga,” ujar Bokir kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/5/2023).

Bokir menyebut, rumah klasik itu memiliki pemilik. Dan kondisinya memang tengah dijual.

“Sudah puluhan tahun dibelinya oleh orang keturunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, meskipun dibiarkan kosong dan merupakan bangunan tua, Bokir maupun Saidi warga lainnya mengatakan, belum pernah menemukan hal mistis atau menyeramkan tentang rumah tersebut.

“Wah udah lama itu kosongnya, udah puluhan tahun memang kosong. Sudah lama juga gak ada yang ngisi. (Tapi) gak ada sih kayaknya (cerita seram di rumah itu). Saya kan buka warung di sini, gak ada sih,” ujar Saidi.

Sementara itu, salah seorang warga Menteng bernama Ishak menyebut lahan di kawasan Jalan Teuku Umar sangat strategis. Dia melihat memang rumah cantik nan klasik tersebut dijual oleh sang pemilik.

Ishak yang juga memiliki rumah di kawasan Menteng menyebut harga tanah di lokasi tersebut sangat mahal. Apalagi lokasinya di jalan utama.

Dia bilang paling mahal harganya Rp 125 juta per meter sedangkan yang termurah di kisaran Rp 100 juta hingga Rp 110 juta.

“Tanah di sini mahal dan gak ada lagi yang jual, cuma rumah itu aja yang dijual. Itu rumah Belanda memang tua banget dan klasik. Kalau masuk ke dalam luas banget ukuran tanahnya,” sebutnya.

Tidak hanya rumah tersebut yang dijual, masih ada beberapa rumah peninggalan Belanda lainnya. Misalnya rumah Belanda di Jalan Taman Amir Hamzah, rumah di Jalan Kertosono, dan sebuah rumah di Jalan Cisadane.

Menurut Ishak, ada beberapa rumah Belanda di kawasan Menteng yang dijual kemudian diubah menjadi bangunan modern. Namun ada juga yang tetap mempertahankan keaslian dari bangunan tersebut.

“Kebanyakan diubah menjadi bangunan dengan desain modern. Beberapa mempertahankan keaslian bangunan asli,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong mengungkapkan label kawasan elite Menteng pertama kali muncul sejak zaman kolonial Belanda.

“Ya itu memang sudah pasti, karena kita tahu itu landscape maupun infrastruktur itu kan dibangun dari zaman kolonial dulu kan, itu kan daerah elitenya dari zaman kolonial. Jadi sudah pasti infrastruktur, dan tata ruangnya pun pasti nyaman,” ungkapnya saat bercerita kepada CNBC Indonesia.

Menteng bahkan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di Jakarta. Namun seiring berkembangnya zaman, tidak sedikit dari pemilik rumah di Menteng yang mengubah huniannya dengan desain modern.

“Dan itu kawasan tua di mana pohon-pohon juga rindang, dan sekarang apalagi dengan adanya proteksi pemerintah bahwa kawasan tersebut kan ada merupakan heritage, kawasan yang dilindungi untuk cagar budaya. Jadi ada rumah yang orang bisa beli tapi gak bisa dirubah, atau ada rumah yang bisa dibeli tapi tampak luar harus sama belakang boleh direnovasi. Itu ada faktor itu juga,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*