Lebaran Diguyur THR, Warga RI Masih Ogah Beli HP Baru?

Suasana pusat penjualan HP di Mal Ambassador, Kuningan, Jakarta.

Penjualan HP dilaporkan sedang lesu, bahkan smartphone masih tidak laris setelah didiskon besar-besaran. Namun, dampak Lebaran membuat pedagang HP bisa bernapas lega.

CNBC Indonesia mencoba melihat langsung pasar HP di salah satu tempat penjualan yakni Mall Ambasador. Saat kami datang, suasana mal terlihat sepi, mungkin ini karena sedang jam kerja juga karena dana yang dibelanjakan konsumen sudah terpakai untuk kebutuhan Lebaran beberapa waktu yang lalu.

Hal ini disampaikan oleh pramuniaga di salah satu toko. Ia menuturkan saat ini memang sedang sepi pengunjung, tetapi pada masa mendekati Hari Raya beberapa minggu yang lalu cukup banyak konsumen yang datang untuk membeli HP baru. Namun demikian, ia tak menyebutkan berapa omset yang mereka dapat saat masa Lebaran kemarin.

Tipe HP yang dicari pun beragam. Untuk Android kebanyakan konsumen mencari smartphone dengan penyimpanan yang luas serta kualitas kamera.

“Kalo Android banyak yang nyari itu dari memori sama kamera,” ujar pramuniaga tersebut saat ditemui, Rabu (3/5/2023).

Yang menarik, banyak konsumen yang memilih tipe paling tinggi di salah satu series. Misalnya pada Galaxy S23 Series dan Galaxy S22 Ultra.

Menurut penuturan pramuniaga di toko lain, konsumen lebih memilih untuk membeli seri tertinggi dari HP yang dirilis tahun lalu, Galaxy S22 Ultra, dibanding dengan model terbaru yang ada saat ini. Hal itu karena saat ini tipe Galaxy S22 Ultra menawarkan banyak promosi berupa cashback.

“Saat ini yang paling laris Galaxy S23 Series sama Galaxy S22 Ultra. Soalnya casback besar dari harga Rp 19 jadi harga Rp 16 juta. Dan yangg ready stock cuma S22 Ultra kalo tipe lain kan udah discontinue,” tuturnya.

Selain itu konsumen lebih memilih versi tertinggi dari series sebelumnya karena menilai lebih menguntungkan dari segi harga. “Banyak yang mikir lebih mending milih seri Ultra di S22 dari pada S23 dan S23+ soalnya harga dan spesifikasinya lebih worth it” tuturnya.

Hal serupa juga terjadi pada iPhone. Pramuniaga di salah satu toko penjual resmi iPhone mengatakan seri paling diminati adalah iPhone 13 dan iPhone 14 Pro Max. Banyak konsumen yang merasa iPhone 14 memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan sebelumnya, tapi dengan harga yang lebih mahal.

“[iPhone] 14 biasa sih jarang, karena kan hampir sama fiturnya dengan yang iPhone 13. Paling sih lebih ke Pro Max. Jadi mending yang Pro Max sekalian dari pada yang biasa,” terangnya.

Dalam laporan IDC sebelumnya, masyarakat Indonesia disebut enggan membeli HP baru. Ini menjadi salah satu penyebab turunnya pasar smartphone Tanah Air setelah 13 tahun terakhir bertumbuh.

Pasar ponsel pintar Indonesia anjlok untuk pertama kalinya pada 2022 sekitar 14,3%.

Dalam laporan IDC, daya beli masyarakat terdampak karena adanya inflasi. Khususnya ini terjadi pada masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah yang berfokus untuk memenuhi kebutuhan primernya.

Selain itu, masyarakat juga disebut tengah melakukan pengalihan pengeluaran. Salah satunya sektor transportasi mengingat mobilitas sudah mulai tinggi setelah kasus Covid-19 melandai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*