Menkes Buka Suara soal Masih Banyak KPPS Meninggal Kelelahan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka suara terkait para petugas pemilu yang berambrukan kelelahan, bahkan ada yang wafat.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Penyelenggaraan Pemilu untuk memilih presiden hingga wakil rakyat secara serentak di Indonesia kembali membawa kabar duka, karena banyak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas pemilu lainnya yang ambruk sakit kelelahan bahkan hingga meninggal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun buka suara terkait adanya peristiwa tersebut. Budi menilai hal itu masih terjadi karena petugas-petugas itu di antaranya ada yang berusia lanjut (lansia) dan kelelahan.

Selain itu, menurutnya, pemerintah dan pihak terkait pun telah melakukan mitigasi sehingga angkanya menurun dibandingkan pada gelaran Pemilu pada 2019 silam.

“Dibandingkan pemilu sebelumnya yang angka kematiannya di atas 100 orang, tahun ini menurun jauh,” katanya di Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais, Jakarta, Jumat (16/2).

Menkes Budi mengatakan turunnya angka kematian petugas, salah satunya dipengaruhi kesadaran kesehatan yang meningkat dari masyarakat yang mengajukan diri untuk menjadi petugas KPPS.

“Kita merasa bahwa masyarakat sudah lebih paham kalau bekerja itu jangan terlalu dipaksakan,” ujarnya.

Ke depannya, Budi menargetkan tidak ada lagi kasus kematian bagi petugas KPPS dan petugas pemilu lainnya pada saat bertugas.

Salah satu caranya, ungkap dia, adalah dengan meneruskan kegiatan skrining kesehatan bagi para calon anggota KPPS sebelum ditetapkan, sebagaimana yang dilakukan pada pemilu kali ini.

“Rata-rata mereka punya komorbid, jadi ada darah tinggi, ada diabetes. Mungkin yang ingin kita lakukan sebelum jadi anggota KPPS, kita skrining dulu untuk memeriksa tekanan darah tinggi dan tes gula. Penyebabnya yang sering dua penyakit itu,” ujar Budi.

Per Jumat (16/2) ini, Kemenkes mencatat 27 kasus kematian petuga KPPS pada Pemilu 2024.

“Sampai saat ini tercatat 27 kasus kematian yang dilaporkan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi  di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan berbagai kasus tersebut ditemukan di sejumlah daerah di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan DKI Jakarta.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat, pukul 14.00 WIB, tercatat sembilan kematian di antaranya kematian yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Selain itu, empat penyakit diakibatkan oleh kecelakaan, dua infeksi syok septik, dua kematian yang tidak disebabkan oleh komorbid, satu sindrom distres pernapasan akut (ARDS), satu hipertensi, dan delapan lainnya meninggal dengan status kematian dalam perjalanan ke rumah sakit (death on arrival) dan sedang dikonfirmasi.

(Antara/kid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*