Anies Melesat dalam Real Count Sementara di Saudi hingga Yordania

Paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar melesat dalam perolehan suara di sejumlah wilayah di Timur Tengah dalam Pemilu 2024.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar melesat dalam perolehan suara di sejumlah wilayah di Timur Tengah dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Menurut hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) per Senin (19/2), Anies memperoleh suara mayoritas di Timur Tengah mengungguli Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Di Jeddah, Arab Saudi dari 100 persen suara yang masuk, Anies-Imin meraih 61,14 persen atau 10.394 suara.

Sementara itu, Prabowo-Gibran meraih 30,11 persen atau 5.118 suara dan Ganjar-Mahfud mendapat 8,75 persen atau 1.487 suara.

Di Riyadh dengan 95 persen suara yang masuk per Senin (19/2), Anies-Imin mendapat 45,84 persen atau 2.867 suara. Prabowo-Gibran meraih 43,2 persen atau 2.702 suara dan Ganjar-Mahfud hanya mengantongi 10,97 persen atau 686 suara.

RUDAL: Kenapa Rumah Presiden AS Disebut White House?
Di Yordania, Anies juga unggul. Dari 100 persen suara yang masuk versi real count KPU dia memperoleh 55,73 persen atau 530 suara.

Prabowo mendapat 39,54 persen suara atau 376 suara dan Ganjar 4,73 persen atau 45 suara.

Prabowo sempat tinggal di Yordania pada 1998-an.

Anies juga menyapu suara di Yaman. Berdasarkan 100 persen suara yang masuk dia mendapat 89,8 persen atau 4.268 suara. Sementara itu, Prabowo meraih 8,33 persen atau 396 suara dan Ganjar 1,87 persen atau 8 suara.

Di Qatar dari 100 persen suara yang masuk, Anies meraih 65 persen atau 2.356 suara. Prabowo mendapat 20,7 persen atau 750 suara dan Ganjar memperoleh 14,27 persen atau 517 suara.

Tak beda jauh, di Mesir, Anies memperoleh 73,6 persen atau 6.996 suara. Sementara itu, Prabowo 20,84 persen atau 1.981 suara dan Ganjar 5,56 persen atau 529 suara.

Di Damaskus, Suriah dari 100 persen suara yang masuk, Anies memperoleh 58 persen atau 164 suara. Prabowo mendapat 30 persen atau 85 suara dan Ganjar 11,39 persen atau 32 suara.

Anies juga menang versi real count KPU di Tripoli, Libya. Dia mendapat 88,46 persen atau 69 suara, Prabowo 10,26 persen atau 8 suara, dan Ganjar 1,28 persen atau satu suara.

Di satu wilayah Uni Emirat Arab (UEA), Anies juga unggul telak.

Di Abu Dhabi, Anies memperoleh 49,74 persen atau 1.418 suara. Sementara itu, Prabowo mendapat 37,74 persen atau 1.076 suara dan Ganjar 12,52 persen atau 357 suara.

Namun, di Dubai Anies kalah dari Prabowo. Dari 100 persen suara yang masuk versi real count KPU, Anies mendapat 29,24 persen atau 923 suara dan Prabowo meraih 56,79 persen atau 1.793 suara.

Prabowo juga berjaya di Muscat, Oman, dengan meraih 54,3 persen atau 575 suara. Anies mendapat 32,58 persen atau 345 suara dan Ganjar memperoleh 13 persen atau 139.

Di Kuwait, Menteri Pertahanan itu mengantongi suara 47 persen atau 820 suara, Anies 37 persen atau 653 suara dan Ganjar mendapat 14 persen atau 259 suara.

Tak hanya di sana, di Bahrain Prabowo juga unggul di Bahrain.

Prabowo meraih 66 persen atau 528 suara, Anies memperoleh 24 persen atau 199 suara dan Ganjar 9,13 persen atau 73 suara.

Di Irak, Prabowo juga menang dengan 73,96 persen atau 125 suara, Anies 17,75 persen atau 30 uara dan Ganjar 8,28 persen atau 14 suara.

Di Teheran, Iran, Ganjar memperoleh banyak suara dengan 58,94 persen atau 155 suara. Anies sementara itu 14,7 persen atau 37 suara dan Prabowo mendapat 27 persen atau 71 suara.

(isa/bac)

Analisis Quick Count LSI: 7 Provinsi Belum Ada Hasil Pemenang Pilpres

Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat tujuh provinsi belum mendapatkan kesimpulan pemenang secara konklusif pada Pilpres 2024.

Jakarta, CNN Indonesia — Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat tujuh provinsi belum mendapatkan kesimpulan pemenang secara konklusif pada Pilpres 2024.
LSI melakukan analisis terhadap angka hitung cepat yang mereka lakukan di 38 provinsi seluruh Indonesia terhadap hasil pilpres. Dari total 38 provinsi, yang sebagian besar dimenangkan capres nomor urut 2, sebanyak tujuh provinsi belum didapatkan hasil pemenang secara konklusif.

Sebanyak tujuh provinsi tersebut yakni, DKI Jakarta, Bali, dan lima provinsi di Papua yakni Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

LSI melakukan hitung cepat di total 1.999 dari 2.000 TPS sampel. Dari jumlah itu, suara sah sebanyak ada 397.505. Dengan angka itu, masing-masing capres-cawapres memiliki tingkat akurasi perolehan suara.

Misalnya, paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh persentase suara sebesar 25,27 persen dengan margin of error 0,62 persen. Alhasil, tingkat akurasi dukungan kepada keduanya di interval angka 24,66-25,89 persen.

Kemudian, paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran unggul dengan persentase suara sebesar 57,63 persen dan margin of error 0,63 persen. Sehingga, tingkat akurasi dukungan berada di interval 57,00-58,27 persen.

Lalu, Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh suara 17,09 persen dengan kepercayaan 95 persen dan margin of error 0,51 persen. Dengan angka itu, interval perolehan suara berada di angka antara 16,58-17,61 persen.

Sementara dari tujuh provinsi yang belum dipastikan kemenangan konklusif, dua di antara ketiganya masih bersaing ketat. Misalnya di DKI Jakarta, Prabowo dan Anies masih bersaing di angka akurasi selang kepercayaan atau interval confidence.

Begitu pula di tujuh provinsi Papua. Prabowo-Gibran masih bersaing di angka confidence interval dengan Ganjar-Mahfud. Namun begitu, LSI memprediksi Prabowo-Gibran unggul atas dua pesaingnya dalam satu putaran.

“Dalam analisis menurut provinsi, Prabowo-Gibran unggul signifikan atas Anies-Muhaimin, dan Ganjar-Mahfud di lebih dari 20 Provinsi dengan dukungan lebih dari 20 persen”.

Hasil suara resmi akan ditetapkan oleh KPU berdasarkan penghitungan suara manual yang dilakukan secara bertingkat dari kecamatan, Kabupaten/Kota hingga ke nasional.

(thr/pmg)

Real Count KPU di DKI III 3,10%: Grace Natalie Raup 12.099 Suara

Selain Grace Natalie, caleg lain yang memperoleh suara dominan di Dapil III Jakarta adalah Charles Honoris dari PDIP yang memperoleh suara sebesar 5.668.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menempati posisi pertama dalam perolehan suara Pemilu 2024 di Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III berdasarkan hasil real count sementara yang dilakukan KPU.
Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com di website KPU per pukul 16.01 WIB, Kamis (15/2), total suara yang masuk 3,21 persen total suara atau 389 dari 12.110 TPS.

Grace memperoleh suara sebesar 12.099 suara. Selain Grace, caleg lain yang memperoleh suara dominan di Dapil III Jakarta adalah Charles Honoris dari PDIP yang memperoleh suara sebesar 5.668.

Keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari Gerindra juga meraih suara cukup besar di Dapil III Jakarta. Ia memperoleh suara sebesar 4.880.

Di Dapil III DKI Jakarta, PDIP menjadi partai dengan perolehan suara terbesar sejauh ini. Partai banteng itu memperoleh suara sebesar 15,507 atau 17,51 persen.

Posisi kedua partai dengan perolehan suara terbanyak ditempati PSI. Partai yang dipimpin anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini memperoleh suara sebesar 14.550 atau 16,43 persen.

Dapil III Jakarta melingkupi kawasan Jakarta Utara, Barat, hingga Kepulauan Seribu. Perhitungan suara real count oleh KPU masih terus berlangsung hingga hari ini.

(mab/fra)

Menkes Buka Suara soal Masih Banyak KPPS Meninggal Kelelahan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka suara terkait para petugas pemilu yang berambrukan kelelahan, bahkan ada yang wafat.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Penyelenggaraan Pemilu untuk memilih presiden hingga wakil rakyat secara serentak di Indonesia kembali membawa kabar duka, karena banyak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas pemilu lainnya yang ambruk sakit kelelahan bahkan hingga meninggal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun buka suara terkait adanya peristiwa tersebut. Budi menilai hal itu masih terjadi karena petugas-petugas itu di antaranya ada yang berusia lanjut (lansia) dan kelelahan.

Selain itu, menurutnya, pemerintah dan pihak terkait pun telah melakukan mitigasi sehingga angkanya menurun dibandingkan pada gelaran Pemilu pada 2019 silam.

“Dibandingkan pemilu sebelumnya yang angka kematiannya di atas 100 orang, tahun ini menurun jauh,” katanya di Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais, Jakarta, Jumat (16/2).

Menkes Budi mengatakan turunnya angka kematian petugas, salah satunya dipengaruhi kesadaran kesehatan yang meningkat dari masyarakat yang mengajukan diri untuk menjadi petugas KPPS.

“Kita merasa bahwa masyarakat sudah lebih paham kalau bekerja itu jangan terlalu dipaksakan,” ujarnya.

Ke depannya, Budi menargetkan tidak ada lagi kasus kematian bagi petugas KPPS dan petugas pemilu lainnya pada saat bertugas.

Salah satu caranya, ungkap dia, adalah dengan meneruskan kegiatan skrining kesehatan bagi para calon anggota KPPS sebelum ditetapkan, sebagaimana yang dilakukan pada pemilu kali ini.

“Rata-rata mereka punya komorbid, jadi ada darah tinggi, ada diabetes. Mungkin yang ingin kita lakukan sebelum jadi anggota KPPS, kita skrining dulu untuk memeriksa tekanan darah tinggi dan tes gula. Penyebabnya yang sering dua penyakit itu,” ujar Budi.

Per Jumat (16/2) ini, Kemenkes mencatat 27 kasus kematian petuga KPPS pada Pemilu 2024.

“Sampai saat ini tercatat 27 kasus kematian yang dilaporkan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi  di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan berbagai kasus tersebut ditemukan di sejumlah daerah di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan DKI Jakarta.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat, pukul 14.00 WIB, tercatat sembilan kematian di antaranya kematian yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Selain itu, empat penyakit diakibatkan oleh kecelakaan, dua infeksi syok septik, dua kematian yang tidak disebabkan oleh komorbid, satu sindrom distres pernapasan akut (ARDS), satu hipertensi, dan delapan lainnya meninggal dengan status kematian dalam perjalanan ke rumah sakit (death on arrival) dan sedang dikonfirmasi.

(Antara/kid)

PDIP: Megawati Bakal Temui Sultan, Bukan karena Permintaan Jokowi

Hasto menyebut pertemuan antara Megawati dan Sultan itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Megawati Soekarnoputri akan bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. Namun, pertemuan itu bukan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hasto menyebut pertemuan antara Megawati dan Sultan itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia.

“Sebagai tokoh reformasi penandatanganan Deklarasi Ciganjur kami memang merancang pertemuan antara Ibu Mega dan Sri Sultan. Tetapi ini bukan karena permintaan Pak Jokowi,” kata Hasto usai mendampingi Megawati mencoblos di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Hasto menyampaikan Megawati dan Sultan telah menjalin persahabatan sejak lama. Bahkan, Sultan telah menganggap Megawati seperti anak sendiri.

Ganjar Respons Pengakuan Sultan soal Wacana Pertemuan Jokowi-Megawati
PDIP soal Wacana Jumpa Mega-Jokowi dari Sultan: Sudah Kebangetan
Kronologi Sultan DIY Ungkap Jokowi Minta Fasilitasi Bertemu Megawati

“Maka kedua tokoh yang mengedepankan sikap kenegarawanan ini akan lebih mementingkan bagaimana menjaga hak-hak rakyat yang berdaulat. Itu yang jauh lebih penting daripada hal-hal yang lain-lain,” ucapnya.

Sebelumnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengakui diminta Presiden Joko Widodo untuk memfasilitasi pertemuan antara sang kepala negara dengan Megawati.

Pengakuan Sultan ini merespons pernyataan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie, yang menyebut Raja Keraton Yogyakarta itu diminta melobi pertemuan antara Jokowi dan Megawati.

“Betul, tapi, kan, saya nunggu presiden. Kan, saya akan menjembatani, ya, terserah presiden,” kata Sultan, Senin (12/2).

Sultan juga mengakui sempat berbincang soal isu politik ketika Jokowi menemui dirinya di Kraton Kilen pada 28 Januari lalu. Namun, Sultan tak mau membocorkan topik obrolannya dengan Jokowi kemarin.

“Ya mosok saya cerita, ya kongkow-kongkow diskusi aja seperti yang lain. Ya, pembicaraan khusus ya jelas ada,” ucap Sultan.

Isu keretakan hubungan antara Mega dan Presiden Jokowi memang terus menguat seiring pencalonan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024.

(lna/dmi)

Real Count KPU 5,61%: Perolehan Suara Prabowo-Gibran 57,74%

Hasil sementara rekapitulasi suara (real count) yang dilakukan KPU menyatakan perolehan suara Prabowo-Gibran unggul dari dua pasangan lainnya.

Jakarta, CNN Indonesia — Hasil sementara rekapitulasi suara (real count) Pilpres 2024 yang dilakukan KPU pada pukul 17.44 WIB, Rabu (14/2) menyatakan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul.
Perolehan suara sementara Prabowo-Gibran sebesar 1.776.633 atau 57,74 persen.

Perolehan suara Anies-Muhaimin 672.274 atau 21,85 persen. Sementara Ganjar-Mahfud 628.173 atau 20,41 persen.

Angka tersebut diambil berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU di 46.185 tempat pemungutan suara (TPS) atau 5,61 persen dari total 823.236 TPS.

Angka bisa terus berubah seiring update rekapitulasi yang dilakukan KPU. Cek perkembangan selengkapnya di sini.

Komisioner KPU Idham Kholik mengatakan data tersebut merupakan hasil penghitungan suara di TPS yang direkam/didokumentasikan oleh KPPS melalui aplikasi Sirekap.

“Data perolehan suara peserta pemilu yang dipublikasikan oleh Sirekap adalah data hasil penghitungan di TPS atau dengan istilah lain real count,” ucapnya kepada CNNIndonesia.com.

Pemungutan suara Pemilu 2024 dilakukan pada hari ini secara serentak di seluruh Indonesia. Dilanjut penghitungan suara yang dilakukan secara berjenjang oleh KPU.

Penghitungan suara dilakukan di tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi lalu tingkat pusat. KPU memiliki waktu maksimal hingga 20 Maret untuk menyelesaikan rekapitulasi suara secara berjenjang tersebut.

(tim/bmw)

Palagan Ganjar, Prabowo, Anies di Jateng Kandang Banteng

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan bakal kesulitan meraih suara di Jawa Tengah yang notabene basis suara Ganjar Pranowo serta PDIP

 

Jakarta, CNN Indonesia — Jawa Tengah adalah lumbung suara terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. KPU telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 di Jawa Tengah sebanyak 28.289.413 orang.
Dalam gelaran Pemilu 2024 nanti, Jateng dibagi dalam 10 daerah pemilihan (Dapil) dengan memperebutkan total kursi DPR RI sebanyak 77 kursi.

Secara konfigurasi kekuatan politik, Jawa Tengah identik dengan julukan ‘Kandang Banteng’. Julukan ini dikaitkan dengan kekuatan massa pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sangat dominan di Jateng.

Bila ditilik ke belakang, PDIP selalu memenangkan Pemilu legislatif di Jawa Tengah pasca Reformasi 1998. Hal ini berbanding terbalik ketika PDI, nama terdahulu PDIP, berada di 32 tahun kuasa rezim otoriter Soeharto yang tak berkutik sepanjang Pemilu masa Orde Baru.

Ketika Pemilu 1999 digelar, PDIP berhasil ‘menggulingkan’ dominasi Golkar yang kerap menang Pemilu di Jateng saat rezim Orba. Pada Pemilu 1999 lalu, PDIP meraih 42,6 persen suara di Jawa Tengah dan disusul oleh PKB di tempat kedua dengan 17,2 persen suara.

Kemudian pada Pemilu 2004, 2009, 2014 hingga 2019, PDIP tetap memegang dominasi sebagai parpol nomor wahid di Jawa Tengah.

Di Pemilu 2019 Jateng, PDIP hanya menempati posisi peringkat kedua di kawasan Cilacap dan Batang lantaran dikuasai oleh Golkar di peringkat pertama. Banjarnegara dikuasai Demokrat. Kemudian di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Wonosobo yang dikuasai PKB dan Rembang dikuasai PPP.

PDIP berhasil ‘memerahkan’ wilayah Jepara, Kudus, Kebumen, Kendal dan Tegal yang sempat didominasi oleh Gerindra, Golkar dan PKB yang sempat diperoleh di Pemilu 2014.

Tak cuma pemilu legislatif, kontestasi Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Jateng juga mengukuhkan pasangan calon yang diusung PDIP selalu mendominasi kemenangan sejak pertama penyelenggaraan pada 2008 lalu.

CNN Indonesia/ Agder Maulana
SBY sempat menang, Jokowi ‘merahkan’ lagi
Meski PDIP sebagai kekuatan dominan di Jateng, namun tak melulu kandidat capres-cawapres yang didukung PDIP selalu menang sejak pemilihan presiden secara langsung dilaksanakan sejak 2004.

Mega-Hasyim sempat menang di Jawa Tengah pada putaran pertama dengan 31,81 persen suara. Posisi kedua diikuti oleh SBY-JK sebesar 28,90 persen.

Namun, Mega-Hasyim harus keok di putaran kedua Pilpres yang diselenggarakan pada September. Mega-Hasyim hanya mendapatkan 48,33 persen, sementara rivalnya SBY-JK berhasil menang lantaran memperoleh suara sebesar 51,67 persen.

Kondisi yang sama juga terjadi di Pilpres 2009. Megawati, yang saat itu berpasangan dengan Prabowo Subianto, kembali kalah di Jawa Tengah dari pasangan SBY-Boediono.

Selang lima tahun kemudian, PDIP mengusun Jokowi maju Pilpres 2014 berpasangan dengan Jusuf Kalla. Jokowi-JK kala itu melawan Prabowo yang menggandeng Hatta Rajasa.

Jokowi-JK berhasil ‘memerahkan’ Jateng di Pilpres 2014. Di Jawa Tengah, suara Jokowi-JK unggul telak sebesar 66,65 persen, sedangkan Prabowo-Hatta hanya 33,35 persen.

Lima tahun setelahnya atau 2019, Jokowi menggandeng Ma’ruf Amin sebagai petahana. Ia kembali menghadapi Prabowo yang menggandeng Sandiaga Uno. Lagi-lagi, Jokowi-Maruf unggul telak sebesar 77,26 persen atau 16,7 juta suara dengan kemenangan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Misi Para Timses Capres 2024
Sejumlah lembaga survei baru-baru ini mulai memetakan kekuatan tiga bakal capres di Jawa Tengah. Lembaga survei seperti LSI Denny JA hingga Litbang Kompas menempatkan elektabilitas Ganjar unggul dari kandidat capres lainnya dalam hasil survei khusus di Jateng.

LSI Denny JA misalnya menempatkan elektabilitas Ganjar di angka 55,2 persen. Sementara, Prabowo menempati urutan kedua dengan 20,4 persen dan Anies 4,3 persen. Masih ada 20,1 persen yang belum memutuskan

Sementara survei Litbang Kompas menempatkan Ganjar di Jawa Tengah dengan persentase paling tinggi yakni mencapai 62 persen.

Potensi meraup suara di Jateng membuat tiga capres dan para timsesnya akan siap habis-habisan. Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP sekaligus Ketua DPW PDIP Jateng Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul misalnya percaya diri Ganjar akan menang di Jateng.

Guna mempertahankan kemenangan itu, ia akan menjalankan strategi catenaccio. Catenaccio merujuk pada istilah taktis dalam permainan sepak bola. Strategi itu menitikberatkan pada kekuatan pertahanan.

“Kami akan mempertahankan kemenangan kami dengan sistem catenaccio,” kata Pacul di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 13 September 2023 lalu.

Bahkan, ia telah menyiapkan empat lapis ‘pasukan grendel’ untuk mengamankan Jawa Tengah di Pilpres 2024. Pasukan ini memiliki fungsinya masing-masing.

“Jadi kami bikin sistem Grendel. Grendel utama kami adalah pasukan bintang-bintang. Grendel kedua kami punya pasukan gorong-gorong, gerendel ketiga kita punya pasukan burung hantu, Grendel keempat itu adalah Grendel happy-happy,” ujar Pacul.

Pacul tak menjelaskan secara detail empat lapis pasukan yang dimaksud. Ia turut mempertanyakan capres lainnya apakah mampu untuk menembus sistem pertahanan PDIP tersebut.

“Pertanyaannya, apakah Anies dan Pak Imin bisa menembus itu. Ya makanya kita lihat lapangan nanti. Tapi kami sudah deploy pasukan. Masukan sudah kita deploy semua,” imbuh Pacul.

Asal Usul Politik Gentong Babi dan Sejarah Kelam Perbudakan di AS

Bagaimana asal mula istilah politik gentong babi dan kaitannya dengan sejarah perbudakan di AS?

 

Jakarta, CNN Indonesia — Politik gentong babi atau pork barrel mendadak ramai diperbincangkan setelah disebut-sebut dalam film dokumenter Dirty Vote.
Film berdurasi sekitar dua jam tersebut menyoroti pernyataan ahli hukum tata negara Bivitri Susanti yang mengatakan konsep gentong babi digunakan oleh pemerintah Indonesia, terutama dalam program bantuan sosial (bansos).

“Mengapa bansos juga dijadikan alat berpolitik dan lain sebagainya? Ada satu konsep dalam ilmu politik yang bisa kita gunakan yang namanya gentong babi atau pork barrel politics,” kata Bivitri dalam film tersebut.

Bivitri memaparkan politik gentong babi merupakan istilah yang mengacu pada masa perbudakan di Amerika Serikat. Kala itu, budak-budak AS saling berebut demi mendapatkan daging babi yang diawetkan dalam gentong.

Karena kejadian itu, muncul istilah “ada orang-orang yang akan berebutan suatu jatah resmi untuk kenyamanan dirinya.”

“Jadi yang kita bicarakan di sini adalah cara berpolitik yang menggunakan uang negara untuk digelontorkan ke daerah-daerah pemilihan oleh para politisi agar dirinya bisa dipilih kembali,” ujar Bivitri.

Terlepas dari itu, bagaimana sejarah politik gentong babi dan kaitannya dengan perbudakan di AS?

Istilah pork barrel atau gentong babi pertama kali muncul untuk menggambarkan pengeluaran anggaran pemerintah Amerika Serikat yang mencurigakan pada awal paruh kedua abad ke-19.

Dilansir dari Investopedia, istilah ini merujuk pada uang yang dihabiskan pemerintah untuk proyek-proyek dengan nilai yang dipertanyakan. Dana itu diduga digunakan anggota-anggota Kongres demi kepentingan distrik asal mereka dan keuntungan politik mereka sendiri.

Awal mula istilah gentong babi
Secara harfiah, kata gentong babi berasal dari awal 1700-an. Istilah ini mengacu pada daging babi yang diasinkan dan diawetkan dalam gentong kayu yang masing-masing menampung lebih dari 30 galon sebelum didinginkan.

Tom Wakeford dan Jasber Singh dalam bukunya yang berjudul “Towards Empowered Participation: Stories and Reflections” menuliskan bahwa pemilik budak di AS biasa memberikan daging-daging babi asin dalam gentong kepada para budaknya.

Para budak ini dibayar dengan babi dalam gentong. Demi mendapatkan bayaran itu, mereka saling berebutan mengambilnya, demikian dikutip The Sydney Morning Herald.

Pada 1863, penulis dan sejarawan Edward Everett Hale menerbitkan cerita “The Children of the Public” yang menggambarkan pengeluaran yang dihabiskan pemerintah untuk rakyat.

Sekitar 10 tahun setelahnya, frasa politik gentong babi pun muncul yang berarti kucuran dana publik oleh seorang politikus demi kepentingan sekelompok kecil golongan guna mendapatkan dukungan dalam bentuk suara atau sumbangan kampanye.

Di era modern, gentong babi kemudian diartikan sebagai pengeluaran boros untuk proyek-proyek pekerjaan umum lokal yang nilainya meragukan atau mencurigakan. Proyek-proyek itu hanya bernilai bagi mereka yang ingin mendapatkan suara pemilih.

Salah satu contoh konsep gentong babi yakni alokasi dana Kongres AS senilai 223 juta atau Rp343 miliar untuk jembatan yang menghubungkan dua kota kecil di pedesaan Alaska pada 2005.

Proyek ini disebut sebagai pengeluaran yang boros yang bertahun-tahun kemudian akhirnya dibatalkan demi meningkatkan sistem feri lokal.

(isa/bac)

Elektabilitas Anies, Prabowo, Ganjar di Akhir Masa Kampanye

Kampanye Pilpres 2024 berakhir Sabtu (10/2). Elektabilitas Prabowo Subianto, masih mengungguli Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo terekam di sejumlah survei.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Masa kampanye Pilpres 2024 telah berakhir Sabtu (10/2). Elektabilitas Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo terekam di sejumlah survei.
Beberapa survei mencatat keunggulan Prabowo-Gibran dari dua pasangan calon lainnya. Beberapa survei juga merekam elektabilitas pasangan tersebut di atas 50 persen.

Berikut survei-survei terbaru elektabilitas Anies, Prabowo, dan Ganjar di akhir masa kampanye:

1. Lembaga Survei Indonesia (LSI)
Anies-Muhaimin 23,3 persen

Prabowo-Gibran 51,9 persen

Ganjar-Mahfud 20,3 persen

Belum menentukan pilihan atau tidak tahu/tidak menjawab 4,5 persen

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan masih ada kemungkinan pilpres dua putaran meskipun Prabowo-Gibran memiliki elektabilitas di atas 50 persen.

“Itu berarti peluang satu putaran cukup besar, tapi kalau melihat analisis berbagai faktor tadi, masih tetap ada kemungkinan dua putaran,” ujar Djayadi.

Survei ini digelar 29 Januari-5 Februari 2024. LSI melakukan wawancara tatap muka dengan responden.

Survei LSI menggunakan multi-stage random sampling dan melibatkan 1.220 orang responden. Margin of error survei tersebut ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

2. Lembaga Survei Nasional (LSN)
Anies-Muhaimin 24,3 persen

Prabowo-Gibran 51,9 persen

Ganjar-Mahfud 18,7 persen

Tidak jawab 5,1 persen

Survei LSN juga mencatat keunggulan Prabowo dan potensi pilpres satu putaran. Meski begitu, survei tersebut juga mencatat kemungkinan pemilih mengubah pilihannya.

Baru 72,7 persen responden yang sudah mantap dengan pilihannya. Di saat yang sama, 15,8 persen mengaku belum mantap dan 11,5 persen mengaku tidak tahu.

LSN menggelar survei 4-9 Februari 2024 dengan mengikutsertakan 1.200 responden orang di 38 provinsi. Margin of error ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

3. Survey and Polling Indonesia (SPIN)
Anies-Muhaimin 24,3 persen

Prabowo-Gibran 54,8 persen

Ganjar-Mahfud 16,1 persen

Belum menentukan 4,8 persen

Spin mencatat kemungkinan pilpres satu putaran dengan elektabilitas Prabowo-Gibran di atas 50 persen. Direktur Eksekutif SPIN Igor berpendapat Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud sulit menggagalkan kemenangan Prabowo.

Dia menyebut 82 persen responden menyatakan tidak akan mengubah pilihan. Jumlah responden yang masih akan mengubah pilihan berjumlah 15,9 persen, dan yang tidak menjawab ada 2,1 persen.

Survei SPIN dilaksanakan pada 5-8 Februari 2024 dengan melibatkan 1.200 orang responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random digit dialing. Margin of error survei ini ±2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(dhf/agt)

Rosan Bantah Ada Penyelidikan Korupsi GRECO Uni Eropa ke Prabowo

Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani membantah The Group of States against Corruption (GRECO) dari Uni Eropa melakukan penyelidikan ke Prabowo

 

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani membantah The Group of States against Corruption (GRECO) dari Uni Eropa melakukan penyelidikan terhadap Prabowo Subianto.
Keterangan Rosan itu terkait dengan isu tentang dugaan dimulainya penyelidikan dewan anti-korupsi Uni Eropa itu terhadap Prabowo berkaitan dengan pembelian pesawat Mirage.

Rosan mengatakan kabar yang beredar adalah GRECO meminta bantuan asistensi Pemerintah AS terkait masalah itu.

Namun, kata dia, hal itu tak pernah ada karena dirinya mengecek isu itu ke perwakilan RI di Washington, AS maupun Kedubes AS di Indonesia.

“Tidak ada permintaan dari pihak yang namanya GRECO dalam rangka yang dituduhkan,” kata Rosan dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (10/2).

Oleh karena itu, katanya, hal itu menambah bukti bahwa informasi soal GRECO itu palsu dan hoaks. Dia meyakini informasi yang beredar itu untuk menyudutkan Prabowo.

Sebelumnya, informasi mengenai penyelidikan GRECO ramai di media sosial. Penyelidikan itu diduga terkait dengan dugaan korupsi pembelian pesawat Mirage oleh Kementerian Pertahanan RI.

Prabowo sendiri baru menyelesaikan kampanye terakhirnya di Stadion GBK, Jakarta pada hari ini. Ratusan ribu pendukungnya berdatangan dari sejumlah penjuru termasuk juga partai koalisi.

Kemenhan sebelumnya mengatakan pengadaan (A) MRCA/Mirage 2000-5 beserta dukungannya dilaksanakan berdasarkan surat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor: R.387/D.8/PD.01.01 /05/2023 tanggal 17 Mei 2023 tentang Perubahan keempat Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) Khusus Tahun 2020-2024 untuk Kementerian Pertahanan.

Selain itu ada pula Surat Menteri Keuangan Nomor: S.786/MK.08/2022 tanggal 20 September 2022 tentang PSP Tahun 2022 untuk (A) MRCA / Mirage 2000-5 (Beserta Dukungannya) sebesar USD 734.535.100.

Namun pada awal 2024, Juru Bicara Kemenhan Dahnil Simanjuntak mengatakan pesawat bekas dari Qatar itu batal dibeli karena keterbatasan fiskal.

(mnf/asa)