PDIP: Megawati Bakal Temui Sultan, Bukan karena Permintaan Jokowi

Hasto menyebut pertemuan antara Megawati dan Sultan itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Megawati Soekarnoputri akan bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. Namun, pertemuan itu bukan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hasto menyebut pertemuan antara Megawati dan Sultan itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia.

“Sebagai tokoh reformasi penandatanganan Deklarasi Ciganjur kami memang merancang pertemuan antara Ibu Mega dan Sri Sultan. Tetapi ini bukan karena permintaan Pak Jokowi,” kata Hasto usai mendampingi Megawati mencoblos di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Hasto menyampaikan Megawati dan Sultan telah menjalin persahabatan sejak lama. Bahkan, Sultan telah menganggap Megawati seperti anak sendiri.

Ganjar Respons Pengakuan Sultan soal Wacana Pertemuan Jokowi-Megawati
PDIP soal Wacana Jumpa Mega-Jokowi dari Sultan: Sudah Kebangetan
Kronologi Sultan DIY Ungkap Jokowi Minta Fasilitasi Bertemu Megawati

“Maka kedua tokoh yang mengedepankan sikap kenegarawanan ini akan lebih mementingkan bagaimana menjaga hak-hak rakyat yang berdaulat. Itu yang jauh lebih penting daripada hal-hal yang lain-lain,” ucapnya.

Sebelumnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengakui diminta Presiden Joko Widodo untuk memfasilitasi pertemuan antara sang kepala negara dengan Megawati.

Pengakuan Sultan ini merespons pernyataan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie, yang menyebut Raja Keraton Yogyakarta itu diminta melobi pertemuan antara Jokowi dan Megawati.

“Betul, tapi, kan, saya nunggu presiden. Kan, saya akan menjembatani, ya, terserah presiden,” kata Sultan, Senin (12/2).

Sultan juga mengakui sempat berbincang soal isu politik ketika Jokowi menemui dirinya di Kraton Kilen pada 28 Januari lalu. Namun, Sultan tak mau membocorkan topik obrolannya dengan Jokowi kemarin.

“Ya mosok saya cerita, ya kongkow-kongkow diskusi aja seperti yang lain. Ya, pembicaraan khusus ya jelas ada,” ucap Sultan.

Isu keretakan hubungan antara Mega dan Presiden Jokowi memang terus menguat seiring pencalonan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024.

(lna/dmi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*