Real Count KPU 62,9%: PDIP Unggul, PPP Lolos ke Parlemen

PDIP memperoleh 16,78 persen suara dalam real count KPU per Kamis (22/2). Tertinggi dibanding partai lainnya. Sementara PPP dapat 4,05 persen suara.

 

Jakarta, CNN Indonesia — PDIP saat ini unggul dalam perolehan suara pemilihan legislatif (pileg) Pemilu 2024 berdasarkan hasil sementara real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Partai berlambang kepala banteng itu memperoleh 11.837.622 atau 16,78 persen suara. Tertinggi dibanding partai lainnya.

Angka tersebut merujuk dari real count KPU per Kamis (22/2) pukul 23.00 WIB, dengan data masuk sebesar 62,9 persen atau 511141 dari 823236 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Golkar di urutan kedua dengan perolehan 10.672.121 atau 15,13 persen suara. Diikuti Gerindra dengan 9.467.262 atau 13,42 persen suara.

Kemudian posisi keempat ada PKB dengan perolehan 8.301.190 atau 11,77 persen suara. Lalu NasDem dengan 6.649.157 atau setara 9,43 persen.

Berikutnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 5.286.207 atau 7,49 persen suara, Partai Demokrat dengan 5.227.144 atau 7,41 persen suara, dan PAN dengan 4.898.008 atau 6,94 persen.

Sedangkan di posisi sembilan ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memperoleh 2.856.200 atau 4,05 persen suara.

Berdasarkan real count tersebut, baru sembilan parpol yang akan melenggang ke parlemen karena sudah melewati ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4 persen.

Sementara itu, sembilan parpol lainnya diprediksi tak lolos ke Senayan. Mereka yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan 2,54 persen. Lalu Partai Perindo 1,29 persen, Partai Gelora 0,94 persen, dan Partai Hanura 0,77 persen.

Kemudian Partai Buruh 0,62 persen; Partai Ummat 0,44 persen; Partai Bulan Bintang (PBB) 0,37 persen; Partai Garuda 0,33 persen; dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) 0,25 persen.

Real count dalam Sirekap ini tidak menjadi rujukan KPU dalam menetapkan hasil pemilu. Hasil pemilu ditentukan rekapitulasi manual berjenjang yang dilakukan 15 Februari-20 Maret 2024.

Sirekap juga sedang menjadi sorotan karena sempat dihentikan KPU imbas temuan sejumlah kejanggalan data. Terdapat perbedaan jumlah suara total partai dan caleg jika suara para caleg dijumlah.

Selain itu perolehan suara caleg masih berubah dari waktu ke waktu. Ada beberapa caleg yang suaranya berkurang dari hari sebelumnya, namun ada yang tiba-tiba naik signifikan.

(lna/fra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*