Saham BUMN Karya Bangkit, Gegara Mau Dipangkas Erick Jadi 4?

Emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melalui anak perusahaannya, PT Waskita Toll Road ( WTR ) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur ( SMI ) dalam rangka divestasi 55% kepemilikan WTR pada PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT ), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang memiliki hak konsesi atas ruas tol Cimanggis Cibitung.

Saham emiten konstruksi BUMN Karya dan anak usahanya terpantau bergariah pada perdagangan sesi I Kamis (4/5/2023), di tengah isu bahwa BUMN Karya akan dipangkas menjadi empat perusahaan.

Berikut pergerakan emiten konstruksi BUMN Karyadan anak usahanya pada perdagangan sesi I hari ini.

Saham Kode Saham Harga Terakhir Perubahan
PP Presisi PPRE 214 2,65%
Waskita Karya WSKT 635 1,98%
Wijaya Karya Beton WTON 590 1,85%
Wijaya Karya WIKA 426 1,83%
PP PTPP 427 1,69%
Adhi Commuter Properti ADCP 428 1,67%
Adhi Karya ADHI 429 1,49%
Wijaya Karya Bangunan Gedung WEGE 430 0,75%
PP Properti PPRO 431 0,00%
Waskita Beton Precast WSBP 432 -1,96%

Sumber: RTI

Hingga pukul 09:38 WIB, saham PT PP Presisi Tbk (PPRE) memimpin penguatan saham BUMN Karya pada sesi I hari ini, yakni melonjak 2,96% ke posisi Rp 116/saham.

Sedangkan untuk induk dari BUMN Karya juga kompak bergairah, seperti saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT), saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serius akan melakukan pembenahan pada perusaahaan pelat merah yang memiliki kinerja buruk, termasuk di sektor karya.

Menteri BUMN, Erick Thohir memastikan perusahaan BUMN di sektor infrastruktur dan karya akan dilakukan konsolidasi.

Erick mengungkapkan, terkait proses konsolidasi tersebut akan dibagi menjadi dua segmen, yakni perusahaan BUMN karya dengan skala kecil diserahkan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan Danareksa untuk dilakukan merger.

“Konsolidasi karya dipastikan akan terjadi, yang mana belum jadi keputusan. Tapi framework sepertinya yang ada di PPA Danareksa karena yang kecil-kecil, di merger,” kata Erick di Kantornya, Rabu (3/5/2023).

Sementara, untuk perusahaan dengan skala besar seperti PT Hutama Karya (Persero) atau HK, WSKT, PTPP, WIKA, hingga ADHI masih dalam proses pengkajian.

“Sistemnya kepemilikan seperti HK dan Waskita, seperti Bank Mandiri punya BSI padahal di bawahnya merger, tapi keputusan ini belum terjadi,” jelasnya.

Erick mengungkapkan, proses konsolidasi akan disesuaikan dengan cetak biru (blueprint) dua tahun lalu yang diterbitkan Boston Consulting Group (BCG). Laporan tersebut telah merekomendasikan cukup ada empat BUMN karya yang memiliki segmentasi berbeda sesuai dengan keahlian.

“Sebaiknya BUMN karya dari sembilan BUMN menjadi empat BUMN. Ada ekspertis di gedung dan lain-lain, jadi tidak semua atau palugada,” ungkapnya.

Erick menambahkan, upaya konsolidasi BUMN karya akan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu proyek yang saat ini sedang berjalan atau bahkan agar tidak merusak kinerja.

“Jangan sampai merger dan konsolidasi menghambat pembangunan, kan mereka lagi tender. Ini yang kita jaga. Jangan sampai kontraproduktif yang justru menghambat perkembangan usaha. Mesti hati-hati,” pungkasnya.

Saham BUMN Karya memang tengah disorot oleh masyarakat karena tingkat utangnya yang cukup besar pada tahun lalu.

Di 2022, lima perusahaan BUMN Karya memiliki total liabilitas atau utang jumbo sepanjang tahun 2022. WSKT, PTPP, WIKA, ADHI, dan HK.

Jika dihitung, total utang BUMN Karya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 287,03 triliun. Waskita Karya menyumbang utang paling besar senilai Rp 83,93 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*