Setelah The Fed, Ini Sentimen Rupiah yang Diwaspadai BI!

rupiah detik

Pasar bisa bernafas lega. Pasalnya, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) (Federal Reserve/Fed) menyetujui kenaikan suku bunga ke-10 sebesar 0,25 poin persentase.

Kenaikan tersebut membawa suku bunga Fed ke kisaran target 5%-5,25%, tertinggi sejak Agustus 2007.

Dengan kenaikan ini, pasar membaca the Fed mulai dovish. Bahkan, pasar mengendus apakah keputusan the Fed ini dipicu oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi dan krisis perbankan. Alhasil, harga aset safe haven seperti emas melambung tinggi, sementara minyak amblas.

Dari dalam negeri, rupiah sukses menguat 0,14% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.680/US$ Rabu kemarin, dan berpeluang berlanjut pada perdagangan Kamis (4/5/2023). Hal ini dipicu oleh indeks dolar AS yang tengah terpuruk pasca pengumuman suku bunga the Fed.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneteri Edi Susianto mengungkapkan bahwa sentimen pergerakan rupiah yang paling dinanti pelaku pasar dan BI adalah hasil keputusan FOMC tadi malam, terutama sinyal the Fed untuk ke depannya.

“Hasil keputusan FOMC tadi malam waktu Indonesia, the Fed menaikkan FFR sebesar 25 bps, dan pelaku pasar sepertinya menangkap nuansa “agak dovish” untuk ke depannya, dimana statemen the Fed ditangkap ada nuansa netral untuk kebijakan FFR ke depannya,” kata Edi kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/5/2023).

Menurutnya, pelaku pasar menangkap paling tidak the Fed akan melakukan “pause” terhadap kebijakan Fed Fund Rate sampai akhir tahun.

Adapun, setelah keputusan the Fed, BI akan memperhatikan sejumlah rilis yang bakal menggerakan rupiah.

“Beberapa data yg ditunggu, yang akan keluar dalam beberapa hari ke depan adalah MPC ECB, PMI Caixin Manufacturing & non Manufacturing, serta initial jobless claims, trade balance AS, unemployment rate, NFP dan Averahe Hourly Earnings,” paparnya.

Dari dalam negeri, Edi mengatakan pihaknya menanti rilis data PDB Indonesia pada kuartal I-2023 yang akan diumumkan BPS esok hari, Jumat (4/5/2023).

Sentimen dari dalam dan luar negeri ini dipastikan akan mempengaruhi pergerakan rupiah.

Tim Riset CNBC Indonesia pun memperkirakan rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.650/US$ hingga Rp 14.620/US$. Bahkan tidak menutup kemungkinan, rupiah bisa menembus Rp 14.600/US$.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*