Suram! Ekonomi RI Terancam Tumbuh di Bawah 5% pada Kuartal I

Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, hari ini, Senin (4/7/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merekayasa lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sejak Senin (4/7/2022) hingga Senin (10/7/2022) yang diterapkan mulai pukul 16.00-21.00 WIB. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Bundaran HI. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaporkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 hari ini, Jumat (5/5/2023), pada pukul 09.00 WIB.

Adapun, pasar memperkirakan ekonomi Indonesia pada tiga bulan pertama di 2023 tidak akan mencapai 5%. Konsensus pasar yang dihimpun Tim Riset CNBC Indonesia dari 13 institusi juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,95% (year on year/yoy) dan terkontraksi 1,0% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq).

Seperti diketahui, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 (yoy) pada kuartal IV-2022 dan 5,73% (yoy) pada kuartal III-2022.

Secara qtq, ekonomi Indonesia tumbuh 0,36% pada kuartal IV dan 1,83% pada kuartal III-2022.

Bulan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 akan berada di minimum 5%.

Proyeksi ini sejalan dengan bacaan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Sebelumnya, Sri Muluyani mengatakan pihaknya optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2023 akan berada di atas capaian pertumbuhan pada periode yang sama pada 2022. Dari catatan BPS, PDB Indonesia pada kuartal I-2022 tercatat tumbuh 5,01%.

“Indikasi penguatan ekonomi pada kuartal I-2023 tecermin dari kegiatan masyarakat yang terus meningkat, terutama sejak berakhirnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak akhir tahun lalu,” ujarnya, saat konferensi pers KKSK .

Jika polling sejalan dengan hasil pengumuman BPS maka pertumbuhan kuartal I tahun ini akan menjadi yang terendah dalam lima kuartal terakhir.

Secara historis, Produk Domestik Bruto (PDB) akan tumbuh melandai pada kuartal I karena aktivitas manufaktur dan lemahnya belanja masyarakat di awal tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*