Tak Ada Kabar Baik, CPO Lagi-lagi Merosot

Pekerja memuat tandan buah segar kelapa sawit untuk diangkut dari tempat pengumpul ke pabrik CPO di Pekanbaru, provinsi Riau, Indonesia, Rabu (27/4/2022). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau melemah 0,56% di posisi MYR 3.415 pada sesi awal perdagangan Kamis (18/5/2023). CPO kembali merosot karena ekspektasi output yang lebih tinggi.

Minyak sawit berjangka Malaysia turun di hari keempat pada hari Kamis karena tertekan oleh ekspektasi kenaikan https://37.1.221.205/ produksi di tengah permintaan yang lesu.

“Tren pasar secara keseluruhan tetap berada di bawah tekanan dengan persaingan minyak nabati yang memperebutkan permintaan dari India dan China,” ucap Paramalingam Supramaniam, direktur broker Pelindung Bestari yang berbasis di Selangor.

Produsen utama Indonesia menurunkan harga referensi minyak sawit mentah menjadi US$ 893,23 per ton untuk periode 16-31 Mei, hasil keputusan kementerian perdagangan yang diterbitkan pada hari Senin. Keputusan ini membuat produknya lebih menarik daripada minyak sawit Malaysia. Dan hal tersebut memberikan efek negatif pada palm olein Malaysia, dengan banyaknya penyuling yang menuntut untuk menjual pada bulan Juni.

Tekanan jual juga dirasakan di sebagian besar produk sampingan, dengan desas-desus tentang masuknya minyak sawit olahan dari Indonesia secara besar-besaran.

Salah satu importir terbesar yakni India memangkas harga impor dasar minyak sawit mentah dan minyak kedelai.

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global.

Malaysia berkomitmen untuk meningkatkan mandat biodieselnya secara progresif, ungkap Menteri Komoditas Fadillah Yusof dalam pertemuan dengan produsen minyak sawit global pada hari Rabu (17/5/2023).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*