Update Terbaru RI Impor Kereta, 3 Rangkaian KRL Siap Datang!

Update Terbaru RI Impor Kereta, 3 Rangkaian KRL Siap Datang!

TANJUNG PRIOK, JAKARTA, INDONESIA - 2015/05/05: Some officers assisted heavy equipment lowered railroad cars at the Port of Tanjung Priok. PT KAI Commuter Jabodetabek (KJC) bring 32 units of KRL purchased a used 205 series from Japan. The train is the first stage of the delivery program for the procurement of 176 units of KRL 2014. (Photo by Garry Andrew Lotulung/Pacific Press/LightRocket via Getty Images)PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter menyampaikan perkembangan terbaru ihwal rencana impor tiga trainset atau rangkaian kereta dari kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek.

Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto menyampaikan, nantinya impor tiga rangkaian kereta itu tidak semuanya dari Jepang, melainkan ada dari negara lain. Namun, saat ini Asdo masih enggan membeberkan dari mana saja impor trainset KRL tersebut.

“Ada dari negara lain dong, https://gameskas138.shop/bukan hanya Jepang. Ada 5 (perusahaan) manufaktur yang prospeknya itu kurang lebih bisa masuk prasarana-nya di Indonesia ini,” kata Asdo dalam Konferensi Pers yang digelar di Kantor Pusat KCI Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Asdo mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dan melakukan pendampingan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait spek dari KRL itu sendiri, supaya tidak ada kesalahan di kemudian hari, dan disesuaikan dengan kondisi prasarana di Indonesia.”Kita punya beberapa referensi dan kita ada pendampingan dari Ditjen KA terkait spek supaya tidak salah dan disesuaikan dengan kondisi prasarana di sini, seperti listriknya, treknya, lebar keretanya, dan juga spek-spek yang secara teknis detail harus sesuai,” jelasnya.Asdo juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki beberapa preferensi manufaktur yang akan pihaknya ekspos, namun ia mengatakan pihaknya masih perlu melihat pro dan kontra-nya terlebih dulu, terutama soal anggaran”Ini kan di-support┬ápemerintah lewat PMN (Penyertaan Modal Negara) dan akan diberikan tahap pertama 2024 ini, harus kita sesuaikan dengan anggaran juga. Kalau tawaran banyak, tapi harganya selangit,” ucapnya.

Asdo menargetkan tiga rangkaian kereta impor tersebut bisa masuk ke Indonesia di tahun 2024 ini. Namun, untuk kapan waktu pastinya Asdo masih belum bisa jawab.”Tiga trainset baru (bukan bekas). Ini kita kejar supaya tahun 2024 bisa ter-deliver di Indonesia,” tutur dia.Adapun alasan tiga trainset impor dikebut masuk Indonesia pada tahun ini, karena di tahun 2024 KAI Commuter secara bertahap berencana mengirim empat trainset untuk dilakukan retrofit atau perbaikan, sehingga akan terjadi pengurangan rangkaian kereta untuk operasional KRL Jabodetabek.”Jadi kalau saat ini kan kita ada sekitar 104 trainset, nanti dengan kedatangan ini jadi 107 trainset. Tapi nanti ada pengurangan lagi nih karena ada 4 trainset yang harus kita retrofit, kita kirim ke INKA. Secara bertahap kita kirim ke INKA 2 trainset di Februari dan pertengahan tahun kirim 2 lagi. Untuk menutup kekurangan itu kita impor,” terang dia.Selain itu, Asdo mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas angkut pihaknya telah menambah kecepatan kereta dari yang sebelumnya 70 Km/jam kini menjadi 80 Km/jam untuk koridor Bogor-Manggarai.”Bahasa simple-nya kereta akan lebih cepat, yang di Manggarai sampai Bogor lebih cepat, kembali lagi lebih cepat. Dengan begitu akan meningkatkan kapasitas angkut,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*